Manual instruksional ini disusun untuk membekali teknisi TI dan peserta didik dengan kompetensi prosedural standar industri dalam melakukan deployment, instalasi, dan konfigurasi aplikasi perangkat lunak dasar pada sistem operasi desktop.
Modul 1: Gambaran Umum & Ruang Lingkup Instalasi
Proses instalasi
perangkat lunak adalah prosedur menyalin, mengonfigurasi, dan mengintegrasikan
berkas program ke dalam sistem operasi agar fungsi-fungsi aplikatifnya dapat
dieksekusi oleh pengguna. Ruang lingkup instalasi dasar ini mencakup pemahaman
siklus hidup perangkat lunak, manajemen hak akses (privilege), serta
kepatuhan terhadap arsitektur sistem operasi.
Setiap prosedur
instalasi pada sistem operasi umum (seperti Microsoft Windows atau Linux) wajib
mengikuti tiga fase utama:
- Fase Pra-Instalasi: Verifikasi kompatibilitas
arsitektur (32-bit vs 64-bit) dan pemenuhan hak akses administrator (Elevated
Privileges).
- Fase Instalasi: Eksekusi berkas installer
(seperti format .exe/.msi di Windows atau .deb/.rpm di Linux) serta
penentuan direktori target.
- Fase Pasca-Instalasi: Uji fungsi aplikasi (smoke
testing) dan konfigurasi awal.
Modul 2: Prosedur Instalasi Langkah demi Langkah
Bagian ini menyediakan
panduan instalasi untuk dua jenis aplikasi dengan karakteristik berbeda: Google
Chrome (mewakili aplikasi web browser/utilitas umum) dan Visual Studio Code
(mewakili aplikasi produktivitas/lingkungan pengembangan teks).
Perangkat Lunak 1:
Google Chrome (Web Browser)
A. Persyaratan Sistem & Prasyarat
- Sistem Operasi: Windows 10/11 (64-bit), macOS
10.15 atau lebih baru.
- RAM & Penyimpanan: Minimal 512 MB RAM
bebas; 350 MB ruang penyimpanan kosong.
- Prasyarat: Koneksi internet aktif untuk tipe Web
Installer, atau berkas Chrome Standalone Installer untuk
instalasi luring (offline). Hak akses Administrator diperlukan.
B. Langkah demi Langkah Prosedur Instalasi (Windows)
- Unduh Berkas: Buka browser bawaan sistem
(seperti Microsoft Edge), kunjungi situs resmi Google Chrome, lalu unduh
berkas bernama ChromeSetup.exe.
- Eksekusi dengan Akses Administrator: Buka
folder tempat penyimpanan berkas unduhan. Klik kanan pada ChromeSetup.exe
lalu pilih Run as administrator.
- User Account Control (UAC): Jendela
konfirmasi UAC akan muncul dengan pertanyaan "Do you want to allow
this app to make changes to your device?". Klik Yes.
- Proses Pengunduhan & Pemasangan Otomatis:
Jendela installer Google Chrome akan muncul dan otomatis mengunduh
komponen terbaru serta memasangnya ke sistem. Tidak ada intervensi
pengguna yang diperlukan pada tahap ini.
- Verifikasi Pasca-Instalasi: Setelah selesai,
aplikasi Google Chrome akan terbuka secara otomatis. Pastikan pintasan (shortcut)
ikon Chrome telah muncul di Desktop dan Start Menu.
Perangkat Lunak 2:
Visual Studio Code / VS Code (Code Editor)
A. Persyaratan Sistem & Prasyarat
- Sistem Operasi: Windows 10/11 (64-bit), Linux
(Ubuntu/Debian), macOS 11 atau lebih baru.
- RAM & Penyimpanan: Minimal 1 GB RAM; 500
MB ruang penyimpanan kosong pada SSD/HDD.
- Prasyarat: Disarankan menggunakan tipe User
Installer (tidak membutuhkan akses admin penuh untuk setiap pengguna)
atau System Installer untuk deployment berskala laboratorium.
B. Langkah demi Langkah Prosedur Instalasi (Windows - User Installer)
- Unduh Installer: Unduh berkas installer resmi
dari situs Visual Studio Code (pilih versi Windows x64 User Installer).
Berkas akan bernama seperti VSCodeUserSetup-x64-[versi].exe.
- Persetujuan Lisensi: Klik dua kali pada
berkas installer tersebut. Pada jendela License Agreement, baca
ketentuan, pilih opsi I accept the agreement, lalu klik Next.
- Pemilihan Lokasi Instalasi: Secara default,
versi User Installer akan mengarah ke direktori AppData pengguna
aktif. Biarkan pengaturan default, klik Next.
- Konfigurasi Tambahan (PENTING): Pada jendela Select
Additional Tasks, berikan tanda centang pada opsi berikut:
- Create a desktop icon (Untuk mempermudah
akses).
- Add "Open with Code" action to
Windows Explorer context menu (Sangat berguna untuk membuka folder proyek
langsung dari File Explorer melalui klik kanan).
- Register Code as an editor for supported
file types.
- Add to PATH (requires shell restart) (Wajib
dicentang agar perintah code bisa dipanggil melalui Command
Prompt/Terminal).
- Eksekusi Akhir: Klik Next, lalu klik Install.
Tunggu proses ekstraksi file hingga selesai.
- Penyelesaian: Centang opsi Launch Visual
Studio Code, lalu klik Finish. Aplikasi siap digunakan.
Modul 2: Prosedur UnInstalasi / Menghapus Program Langkah demi Langkah
Menghapus program atau
aplikasi yang sudah tidak digunakan adalah langkah penting dalam perawatan PC.
Selain bisa menghemat ruang penyimpanan, tindakan ini juga dapat mempercepat
kinerja sistem karena mengurangi beban proses di latar belakang.
Berikut adalah tiga
cara paling aman dan bersih untuk menghapus program di Windows:
1. Melalui Windows Settings (Cara Utama & Paling Aman)
Ini adalah prosedur
standar yang sangat disarankan untuk pengguna Windows 10 dan Windows 11.
- Tekan tombol Windows + I di keyboard untuk
membuka jendela Settings.
- Pilih menu Apps, kemudian klik Installed apps
(atau Apps & features).
- Cari program yang ingin Anda hapus dari
daftar yang tersedia.
- Klik ikon tiga titik di sebelah kanan nama
program tersebut, lalu pilih Uninstall.
- Klik Uninstall sekali lagi untuk
mengonfirmasi, lalu ikuti petunjuk wizard di layar hingga selesai.
2. Melalui Control Panel (Cara Klasik)
Jika Anda lebih
terbiasa dengan tampilan Windows lama, cara ini tetap sangat efektif.
- Tekan tombol Windows + R untuk membuka kotak
dialog Run.
- Ketik control lalu tekan Enter untuk membuka
Control Panel.
- Di bawah kategori Programs, klik teks
hijau bertuliskan Uninstall a program.
- Cari dan klik kanan pada nama program yang
ingin dihapus, lalu pilih Uninstall.
- Klik Yes jika muncul jendela konfirmasi, dan
tunggu hingga proses penghapusan selesai.
3. Praktik Pasca-Penghapusan: Membersihkan Sisa File Sampah
Beberapa program
sering kali meninggalkan file sampah atau folder kosong di dalam sistem
meskipun aplikasinya sudah dihapus. Untuk membersihkannya secara total, Anda
bisa menggunakan perintah %temp%.
- Tekan Windows + R, ketik %temp%, lalu tekan
Enter.
- Folder tempat penyimpanan berkas sementara (temporary
files) akan terbuka.
- Tekan Ctrl + A untuk memblok semua file, lalu
tekan Shift + Delete untuk menghapusnya secara permanen dari hard disk
Anda.
💡 Praktik Terbaik (Best Practices)
- Gunakan Uninstaller Bawaan: Selalu gunakan
menu Settings atau Control Panel untuk menghapus aplikasi.
Jangan pernah menghapus program hanya dengan cara mendelete folder
aplikasinya langsung di Program Files, karena hal itu akan menyisakan eror
pada registri sistem.
- Restart PC: Setelah menghapus program yang
berukuran besar (seperti game atau aplikasi edit video), disarankan untuk
melakukan restart komputer agar sistem dapat menyegarkan diri
secara optimal.
Modul 3: Panduan
Pemecahan Masalah (Troubleshooting)
|
Gejala Masalah |
Kemungkinan
Penyebab |
Tindakan Korektif
(Solusi) |
|
Muncul pesan eror "Installation
Failed: Access Denied" atau kode eror serupa saat memulai
penginstalan. |
Pengguna aktif tidak
memiliki hak akses tingkat tinggi (Privilege) untuk menulis data ke
direktori sistem. |
Klik kanan pada file
installer, lalu pilih Run as administrator. Jika menggunakan PC laboratorium
sekolah, pastikan Anda masuk menggunakan akun administrator, bukan akun tamu
(Guest). |
|
Installer mogok (freeze)
atau gagal mengunduh komponen di tengah proses instalasi (Kasus Google
Chrome). |
Gangguan koneksi
internet saat menggunakan versi Web Installer. |
Unduh berkas Chrome
Standalone Installer (Offline Installer) berukuran sekitar 60-90 MB dari
perangkat lain yang terhubung internet stabil, lalu transfer menggunakan USB
drive untuk diinstal secara luring. |
|
Muncul pesan eror "The
program can't start because MSVCR100.dll is missing" saat membuka
aplikasi pasca-instalasi. |
Sistem operasi
kehilangan dependensi komponen pustaka bersama Microsoft Visual C++
Redistributable. |
Unduh dan pasang
paket Microsoft Visual C++ Redistributable versi terbaru yang sesuai dengan
arsitektur OS Anda (x86 atau x64) langsung dari situs web resmi Microsoft,
lakukan restart PC, lalu buka kembali aplikasi. |
Modul 4: Praktik Terbaik (Best Practices) Deployment
Untuk menjamin
keamanan, efisiensi, dan kebersihan sistem, setiap teknisi harus mematuhi
prinsip-prinsip berikut:
- Gunakan Sumber Resmi: Selalu unduh perangkat
lunak dari situs web vendor resmi. Hindari situs pihak ketiga yang tidak
tepercaya karena berisiko tinggi disisipi oleh malware, adware,
atau bloatware.
- Periksa Keaslian File (Checksum): Untuk
perangkat lunak krusial (seperti VS Code atau utilitas sistem), lakukan
verifikasi nilai hash SHA-256 berkas yang diunduh untuk memastikan berkas
tidak dimodifikasi oleh pihak luar selama proses transmisi data.
- Hapus Instalasi Versi Lama (Clean Install):
Sebelum memperbarui (upgrade) perangkat lunak ke versi terbaru,
pastikan untuk menghapus atau membersihkan sisa-sisa berkas konfigurasi
versi lama jika sering memicu konflik performa.
- Skrip Instalasi Senyap (Silent Installation):
Untuk menghemat waktu penginstalan puluhan PC di lab komputer, manfaatkan
argumen baris perintah senyap seperti perintah ChromeSetup.exe /silent
/install melalui Command Prompt untuk menginstal tanpa memunculkan jendela
dialog interaktif.
Modul 5: Aplikasi Praktis dalam Sesi Pelatihan
Untuk
mentransformasikan pengetahuan teoretis ini ke dalam keterampilan motorik yang
kuat, instruktur disarankan menerapkan skenario latihan laboratorium berikut:
Skenario Ujian Praktik: "Laboratorium Deployment Mandiri"
- Instruksi Kerja: Siswa diberikan sebuah PC
lab yang baru selesai dipasang sistem operasi bersih (kosong tanpa
aplikasi tambahan).
- Tugas: Siswa diwajibkan menginstal lingkungan
kerja web developer dasar (Google Chrome dan VS Code) dalam waktu 20 menit
tanpa bantuan instruktur.
- Kriteria Penilaian:
- Aplikasi terpasang dari sumber yang valid.
- Fitur klik kanan "Open with Code"
pada File Explorer wajib aktif (menguji ketelitian siswa pada saat
membaca opsi jendela konfigurasi instalasi).
- Perintah code dapat dieksekusi secara instan
melalui Command Prompt (menguji validasi konfigurasi Add to PATH).
Siswa diwajibkan
mencatat setiap kendala eror yang mereka temui selama proses praktikum di dalam
buku kerja mereka, beserta solusi yang berhasil mereka terapkan sebagai bagian
dari portofolio evaluasi teknisi TI.
Modul Tambahan: Tugas Praktik Perawatan Perangkat Lunak PC
Tugas Catatan &
Praktik Mandiri Siswa: Lakukan
instruksi praktik di bawah ini pada komputer laboratorium Anda, lalu
dokumentasikan hasilnya pada tabel pengamatan di buku kerja Anda.
1. Praktik Alokasi Sumber Daya Menggunakan Task Manager
Langkah Kerja:
- Tekan kombinasi tombol Ctrl + Shift + Esc
secara bersamaan untuk membuka Task Manager.
- Jika tampilan masih sederhana, klik More
details di bagian bawah jendela.
- Buka tab Processes dan tab Performance.
Detail Fungsi Task
Manager yang Wajib Dipahami:
- Processes (Proses): Menampilkan daftar aplikasi dan latar
belakang (background processes) yang sedang berjalan, lengkap
dengan persentase pemakaian CPU, Memori (RAM), Disk (Penyimpanan), dan
Network (Jaringan).
- Performance (Performa): Menyediakan grafik real-time mengenai
kondisi kesehatan perangkat keras (kecepatan CPU, sisa RAM yang tersedia,
serta aktivitas baca/tulis SSD/HDD).
- Startup Apps (Aplikasi Awal): Menampilkan aplikasi yang otomatis berjalan
saat komputer pertama kali dinyalakan. Terlalu banyak aplikasi Startup
akan membuat booting PC menjadi lambat.
2. Praktik Pembersihan Berkas Sampah (Cache) via Perintah %temp%
Setiap kali aplikasi atau
sistem operasi bekerja, mereka membuat berkas singgah sementara yang disebut temporary
files. Jika dibiarkan menumpuk, berkas ini akan memakan ruang penyimpanan
dan memperlambat sistem.
Langkah Kerja:
- Tekan tombol Windows + R pada keyboard untuk
membuka kotak dialog Run.
- Ketik perintah %temp% lalu tekan Enter.
- Jendela File Explorer akan terbuka dan
langsung mengarah ke folder tersembunyi
C:\Users\[Nama_User]\AppData\Local\Temp.
- Tekan Ctrl + A untuk memblok seluruh berkas
di dalam folder tersebut, lalu tekan Shift + Delete untuk menghapusnya
secara permanen dari sistem.
- Catatan: Jika muncul notifikasi "Folder In Use" atau "File
In Use", klik centang pada Do this for all current items
lalu pilih Skip (artinya berkas tersebut sedang aktif digunakan
oleh aplikasi yang sedang Anda buka).
3. Eksplorasi Tool Penting Perawatan Software PC
Siswa diwajibkan mencoba
dan mencatat fungsi dari tiga alat perawatan bawaan Windows berikut yang sangat
krusial untuk menjaga stabilitas sistem:
- Disk Cleanup: Tool bawaan untuk memindai dan membersihkan
berkas sampah sistem yang aman untuk dihapus (seperti file bekas Windows
Update lama, Recycle Bin, dan Temporary Files tingkat
sistem).
- Defragment and Optimize Drives: Berfungsi untuk mengoptimalkan efisiensi
media penyimpanan. Pada HDD, tool ini menata ulang fragmentasi data yang
berantakan; sedangkan pada SSD, tool ini menjalankan perintah TRIM
untuk mengoptimalkan kecepatan tulis.
- Check Disk (chkdsk) / SFC Scan: Utilitas baris perintah (CLI) untuk
memperbaiki kerusakan file sistem. (Contoh perintah pada Command Prompt
Admin: sfc /scannow berfungsi untuk memindai dan memperbaiki file sistem
Windows yang korup/rusak).
Lembar Tabel Pengamatan Siswa (Salin ke Buku Catatan)
Isilah tabel di bawah ini
berdasarkan hasil pemeriksaan langsung pada PC yang Anda gunakan saat ini:
|
Langkah Perawatan /
Pemeriksaan |
Parameter yang
Diamati |
Hasil Pengamatan
pada PC Anda |
Kesimpulan /
Tindakan |
|
Pemeriksaan Task
Manager |
Aplikasi dengan
konsumsi RAM terbesar saat ini. |
[Contoh: Google
Chrome - 1.2 GB] |
[Contoh: Menutup tab
yang tidak digunakan untuk menghemat RAM] |
|
Pemeriksaan Startup
Apps |
Jumlah aplikasi dengan
Status Enabled saat booting. |
[Siswa mengisi
sendiri] |
[Siswa menganalisis
apakah ada aplikasi yang perlu di-Disable] |
|
Eksekusi Perintah
%temp% |
Jumlah/Ukuran file
sampah yang berhasil dihapus. |
[Siswa mengisi
sendiri] |
[Ruang penyimpanan
C: bertambah] |
|
Menjalankan Tool
Disk Cleanup |
Total kapasitas memori
(MB/GB) yang bisa dibersihkan. |
[Siswa mengisi
sendiri] |
[Sistem menjadi
lebih bersih] |
Kriteria Penilaian
Praktik: Siswa dinyatakan lulus
modul ini jika mampu menunjukkan folder %temp% dalam keadaan bersih,
mengidentifikasi aplikasi yang membebani CPU di Task Manager, serta
berhasil melakukan analisis Disk Cleanup di hadapan instruktur.